Lagu yang berperan sebagai pembuka untuk EP-nya yaitu lagu “Brightest Days” yang menceritakan curahan hati dari Faye tentang harapan.

Musisi muda Faye Riskottta merilis EP debutnya dengan judul “Mind Of My Own” pada 1 April 2022. EPnya ini merupakan lukisan seluk beluk dari pikirannya selama enam tahun berkaya menjadi seorang musisi.

Pada EP ini akan menjelaskan tentang pintu masuk dari pikiran Faye dan berbagai fase kehidupan yang telah dilaluinya. Ia menemukan bahkan dalam kondisinya paling rendah sampai tempat tertinggi dalam hidupnya, yang dimana ia selalu mendapatkan sebuah pelajaran. Pada pembuatan EPnya tersebut banyak dipengaruhi oleh musis – musis ternama seperti Coldplay dan Amy Winehouse, “Mind Of My Own” menggabungkan suara pop eksperimental, lo-fi dan ambience.

Mengutip pada siaran persnya, Faye menyuguhkan enam lagu untuk mengajak pendengarnya melihat dunia lewat sudut pandangnya serta dibuat mengedepankan mood dan ambience.

Lagu yang berperan sebagai pembuka untuk EP-nya yaitu lagu “Brightest Days” yang menceritakan curahan hati dari Faye tentang harapan. Seperti orang lain di seluruh dunia Faye pun juga mendambakan perasaan yang cerah untuk masa depan, namun ia masih memilik ketakutan tentang bagaiman hal – hal dapat berubah menjadi buruk dalam sekejap semasa awal pandemic.

Kemudian lagu yang memiliki nuansa penuh reverb terdapat pada lagu “The Way To Go” ia menulis ketika dia merasa `terputus’ dari dirinya sendiri dan menyadari bahwa dia selama ini meniru apa yang dilakukan orang lain dalam hidupnya dan membuatnya semakin mempertanyakan keabsahan dirinya, meskipun sebenarnya itu adalah bagian dari proses kehidupan.

Faye juga menceritakan pengalamannya sedang jatuh cinta dengan seseorang yang bisa memberikan perasaan yang sama. Perasaan jatuh cinta, perasaan Bahagia yang merekah serta meledak – ledak seperti ekstasi ini pun dituangkan dalam lagunya “Ecstasy

Lagu selanjutnya “Don’t Hide (Hilang)” memiliki nuansa seperti lagu Coldplay `Ghost Stories’, dimana ditulis saat Faye berusia 16 tahun disaat ia merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri. membuat ia memutuskan untuk membuat suara yang ia butuhkan untuk mendorong dan menyemangati dirinya sendiri.

Lalu “Like It Was Yesterday” ditulisnya saat ia memikirkan kenangan yang dia miliki tentang seseorang teman baik yang tidak lagi berhubungan dengannya. Itu mengingatkannya pada bagaimana waktu dapat berlalu begitu saja tanpa kita sadari.

`Theses Wall’ menjadi lagu terakhir dalam EPnya, yang memberikan nada yang optimis, bersemangat, dan spiritual. Faye menulis dengan memproduseri lagu ini bersama band beranggotakan dua saudara laki -lakinya bernama JFK.

Lagu – lagunya dapat didengarkan di seluruh digital music platfrom.